Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

"15 Hari Menulis" Challenge: COMPLETED

15 hari menulis periode April 2021 adalah sebuah inisiatif yang dicetuskan oleh head of product eFishery yang awalnya menjadi respon kegelisahan beliau akan kemampuan storytelling  timnya yang perlu ditingkatkan. Usut punya usut sebenarnya program ini bukan kali pertama dijalankan di eFishery. Malahan yang saya dengar program sebelumnya lebih panjang lagi durasinya yakni 31 hari. Dari testimoni peserta sebelumnya, ternyata banyak hal menarik yang didapat dari program menulis selain tentunya meningkatkan kemampuan menulis. Salah satunya yaitu bonding  dengan teman-teman, karena dengan membaca tulisan orang lain dengan tema yang di luar pekerjaan, kita jadi bisa melihat sisi lain dari orang tersebut yang tidak kita sangka-sangka sebelumnya. Awal mengikuti program ini sebenarnya saya sudah bisa membayangkan betapa beratnya 15 hari yang akan saya jalani. Karena saya tahu menulis untuk tujuan dibaca orang lain itu melelahkan. Bahkan ketika S2 saja bagian yang paling membuat saya m...

Untuk Diriku 10 Tahun yang Lalu

Sebuah surat Buat diriku yang kala itu masih 17 tahun... Pertama-tama, terima kasih ... Terima kasih sudah berjuang sekuat tenaga untuk mendapat nilai akademis yang sebaik-baiknya di masa SMA... Berkat perjuanganmu itu, pintu menuju kuliah jadi terbuka, dan dari masa kuliah terbuka juga pintu-pintu menuju masa depan yang dapat kunikmati sekarang... Aku tahu saat itu kamu melakukannya bukan karena termotivasi mengejar impian, tetapi lebih karena rasa takut... Takut kalau tidak mendapat nilai yang bagus di sekolah kamu akan susah kuliah dan kemudian susah cari kerja... Kedengaran seperti mindset  yang ditanamkan orang tua zaman dulu ya? Ya memang begitulah keadaannya, sampai di situ pemahamanmu pada saat itu... Tapi tenang saja, 10 tahun lagi kamu sudah akan lebih dewasa, dan sudah menemukan alasan berjuang yang jauh lebih baik... Selanjutnya aku ingin bilang, kamu hebat ... Selama 6 tahun kamu bisa bertahan dalam lingkungan yang bukan comfort zone  kamu secara sosial. Aku tahu ...

Lima Keuntungan Punya Pasangan yang Jauh Lebih Tua

Dalam hubungan percintaan, banyak orang menganggap bahwa usia pria sebaiknya lebih tua daripada pasangan wanitanya. Alasannya karena wanita secara mental lebih cepat dewasa daripada pria. Mengenai seberapa jauh jarak usia yang disarankan, kebanyakan sumber menyebutkan di angka sekitar 1-5 tahun. Sebab lebih dari itu akan ada banyak perbedaan yang berpotensi menimbulkan berbagai masalah. Meskipun begitu, kebetulan saya sendiri pernah pacaran dengan pria yang jauh lebih tua, dengan perbedaan usia 10 tahun. Untuk zaman modern seperti sekarang, banyak yang menganggap jarak tersebut terlalu jauh. Akan tetapi, saya justru merasakan banyak keuntungan dari pasangan yang jauh lebih tua, yaitu sebagai berikut: 1. Lebih dewasa Biasanya semakin tua seseorang maka pengalaman hidupnya sudah semakin banyak sehingga membuat pasangan yang lebih tua sudah menjadi sosok yang dewasa. Masa labil ketika pencarian jati diri biasanya sudah jauh dilewati. Mereka sudah tahu apa hal yang prinsip dan yang tidak d...

Wahai Kolak...

Gambar
Wahai kolak... Ketika saatnya kunikmati dirimu, kutuang dirimu dari plastik ke dalam mangkok, dan kucelupkan sendok ke dalam kuahmu yang kental... Kuah, ya, dialah yang memeluk semua anggotamu dalam kesatuan, bukti kerendahan hati gula merah yang manis dan santan kelapa yang gurih, yang rela melebur jadi satu konsistensi...  Selanjutnya kurengkuh potongan pisang yang empuk dan harum,  manis dengan sedikit asam yang menyegarkan...  Pisang, kau pasti menyadari, kekuatan manis alamimu seringkali membuat dirimu dianggap sebagai pemeran utama di antara anggotamu,  tetapi ketika tiba saatnya engkau harus berbagi panggung dengan sang ubi,  yang mungkin tidak semanis dirimu, engkau dengan ikhlas melakukannya tanpa mengeluh...  Wahai kolak... Dalam cidukan berikutnya, kudapati anggota-anggotamu yang lebih kecil, yang karena kecilnya, satu sendok dapat memuat beberapa dari mereka sekaligus... Candil yang bulat dan kenyal, kolang-kaling yang kaku namun tidak pernah me...

Ternyata Saya Bukan Pendengar yang Baik (Bagian Kedua)

Gambar
(Lanjutan dari bagian pengantar )  Seperti yang sudah saya paparkan di bagian pengantar, ada beberapa kesalahan yang saya temui dilakukan oleh orang-orang tempat saya berkonsultasi khususnya dalam lingkungan pekerjaan. Hal itu memicu saya juga untuk ikut melakukan refleksi terhadap diri saya dan tenyata saya juga sering tanpa sadar melakukan kesalahan yang sama ketika menanggapi rekan saya yang mengutarakan masalahnya. Apa saja? Tidak mencocokkan level energi dengan lawan bicara Percakapan lebih dari sekadar pertukaran konten berupa kata-kata, tetapi lebih dari itu, percakapan merupakan pertukaran energi. Menurut buku "The 11 Laws of Likability" respon yang paling ideal dalam menanggapi lawan bicara adalah dengan menemui orang tersebut tidak jauh dari level energinya, lalu membawanya perlahan-lahan ke level energi yang kita inginkan. Misalnya saja ketika ada lawan bicara kita yang datang dengan suhu yang panas karena suatu masalah. Ada kemungkinan kita makin membuatnya panas ...

Di Hari Pemakaman Saya...

Tema challenge kali ini cukup membuat bingung. Bagaimana saya ingin dikenang di hari pemakaman saya? Untuk seseorang yang tidak ambisius seperti saya, jika ditanya spontan seperti itu sebenarnya tidak ada keinginan yang gimana-gimana . Ya kalau bisa ketika saya meninggal tidak merepotkan orang-orang di sekitar saya, tidak meninggalkan masalah, utang, luka batin, atau dendam di hati orang lain. Sesimpel bagaimana caranya orang-orang yang saya tinggalkan bisa tetap melanjutkan hidup mereka dengan sewajarnya setelah saya tiada. Kalau dipaksa harus menaikkan standar sedikit, sepertinya bagus juga kalau ada satu-dua hal dari pengalaman yang pernah saya bagikan yang ada manfaatnya untuk pembelajaran orang lain. Atau momen ketika saya menyemangati orang lain ternyata masih berdampak positif untuk orang tersebut. Atau memori lucu kebersamaan yang bisa menghibur orang lain ketika mereka tidak sengaja teringat lagi. Lalu beberapa ilmu dan keterampilan yang pernah saya bagikan kepada para peneru...

Ternyata Saya Bukan Pendengar yang Baik (Bagian Pengantar)

Gambar
Buat saya pribadi, mendengarkan orang lain adalah sebuah pelayanan yang sangat mulia. Kemampuan mendengar yang baik adalah kualitas yang sangat berharga yang dimiliki seseorang. Dan pendengar yang baik adalah orang-orang yang selalu saya kagumi. Alasannya karena dalam hidup saya, saya beberapa kali diselamatkan oleh mereka yang berhasil mendengarkan saya dengan baik. Saya jadi percaya: dunia akan jauh lebih baik kalau kita punya lebih banyak orang yang mau mendengarkan. Sayangnya saya merasa para pendengar yang baik ini sangat sulit ditemui, entah karena populasinya memang langka, tren budaya generasi sekarang yang semakin cuek, atau kebetulan saya saja yang tidak dikelilingi oleh orang-orang yang mau mendengarkan orang lain. Terlebih dalam dunia pekerjaan, sosok partner atau mentor yang mau menjadi pendengar yang baik bagi saya adalah seperti sebuah jarum di tumpukan jerami.  Sepertinya karena adanya kepercayaan bahwa  value seorang profesional justru dilihat dari kemam...

Manfaat Belajar Psikologi dalam Kehidupan

Gambar
Tiffany Alexandria adalah seorang teman kantor saya di eFishery yang sama-sama berprofesi sebagai  product manager . Satu hal dari Tiffany yang sangat berkesan bagi saya adalah bagimana dia sangat menyukai belajar psikologi yang dibuktikan dengan kebiasaannya yang selalu mengaitkan fenomena apapun dengan teori psikologi. Padahal latar belakang pendidikan dan pekerjaannya tidak ada kaitannya dengan psikologi. Dengan mengenal Tiffany saya melihat sendiri bagaimana mempelajari psikologi dapat membawa dampak yang luar biasa dalam kehidupan seseorang. Berikut di antaranya: Membuat kita bisa berpikir lebih jernih ketika menghadapi masalah Ketika kita terlibat pengalaman yang kurang mengenakkan dengan orang lain, biasanya secara spontan kita akan mengeluh ataupun menjelekkan orang tersebut. Tetapi Tiffany berbeda. Yang dia lakukan adalah menganalisis kepribadian dari orang yang bermasalah dengan dirinya serta menggali motivasi yang menyebabkannya melakukan perbuatan yang tidak...

Bagaimana Rasanya Bekerja di eFishery? (Part 2)

Gambar
(lanjutan dari part 1 ) Belum sampai jam 10 pagi, kami sudah tiba di lokasi Belawa Salfish. Perjalanan kami yang cukup lancar tanpa halangan ditambah dengan lalu lintas yang terbilang cukup sepi di pagi hari membuat kami tiba satu jam lebih cepat dari perkiraan.  Di perjalanan saya tidak lupa mengupdate status dan absen di aplikasi Slack. Salah satu keuntungan bekerja di eFishery khususnya bagi generasi milenial dan generasi Z, eFishery sudah menerapkan flexible working environment  dimana kita bisa mengatur sendiri mau bekerja dari mana: ketika butuh diskusi tatap muka kita bisa ke kantor, ketika kita ingin fokus kita bisa bekerja secara remote  dari rumah atau dari mana saja, dan bila dibutuhkan kita juga bisa ke lapangan. Gaya kerja ini juga dimungkinkan dengan penggunaan berbagai software  kolaborasi untuk berbagai macam keperluan mulai dari Slack untuk berdiskusi, Trello dan Clickup untuk task management , dan lain-lain. Tentu saja kebebasan yang dibe...

Bagaimana Rasanya Bekerja di eFishery? (Part 1)

Gambar
eFishery adalah sebuah  startup  Indonesia yang memilih untuk bergerak di bidang yang cukup berbeda dari perusahaan startup lainnya, yaitu aquaculture  alias budidaya perairan khususnya ikan dan udang. Oleh sebab itu sebagai salah satu anggota tim eFishery, saya cukup banyak menerima pertanyaan dari teman-teman ataupun kandidat karyawan: "bagaimana sih rasanya bekerja di eFishery?"  Dalam tulisan kali ini saya tidak akan menjawab dengan merangkum beragam pengalaman saya selama satu tahun bekerja di eFishery, karena saya lebih tertarik menceritakan pengalaman one day trip yang baru saja saya jalani hari ini. Ya, seperti yang sudah bisa ditebak: salah satu hal menarik yang akan kita jumpai setelah bergabung dengan eFishery adalah kesempatan untuk mengunjungi kolam-kolam dan tambak-tambak di berbagai lokasi di Indonesia dengan berbagai keunikan problematika budidaya dan warna-warni kearifan lokal di tiap daerah. --- Rabu, 21 April 2021, pukul 6 pagi saya sampai di eF...

Jangan Membeli Asuransi Kalau...?

Akhir-akhir ini berita Indonesia diwarnai dengan sejumlah perusahaan asuransi yang diadukan oleh nasabahnya. Mulai dari asuransi Jiwasraya yang tersangkut kasus karena tidak mampu membayar polis nasabah hingga yang terkini asuransi Prudential yang diduga terlibat pemalsuan dokumen dan memberikan janji-janji yang ujungnya tidak ditepati. Pada dasarnya, asuransi adalah produk jasa keuangan yang memiliki manfaat bila digunakan secara tepat sesuai dengan kebutuhan nasabah. Akan tetapi akibat ketidakpahaman, banyak konsumen yang mengalami kerugian dan merasa ditipu, karena hal-hal berikut ini: 1. Beli asuransi padahal tujuannya investasi Asuransi bermanfaat untuk mengalihkan risiko keuangan, dengan kata lain melindungi aset dan cashflow dari suatu bencana yang tidak direncanakan. Misalnya saja ketika kita sakit dan harus dirawat di rumah sakit dengan biaya yang besar. Karena itu, uang yang kita tabung sudah sewajarnya mengalami pemotongan untuk kegiatan operasional maupun pembayaran klaim u...

Small Things We Can Start Today to Avoid Future Big Expenses

Regret always comes later. Overlooking small good habits often causes us big problem in the future. And to fix the problem, most of the time we need to pay a lot of money too. Some things that we know causing older people spend a great deal of money can bring us awareness and trigger us to build small, free or low cost habit from our 20s to minimize the impact on our own lives. 1. Wear sunscreen everyday Skin care and cosmetic expense (especially for woman) will increase significantly when we reach our 40s. We will need to buy expensive anti aging product to fight wrinkle and dark spot, or high quality foundation to cover them. We even might need to see the doctors to treat our aging skin, which will cost us decent amount of money. In fact, most skin problems that appear while we are getting older such as wrinkles and freckles are highly impacted by UV radiation. If we keep our skin protected by wearing sunscreen everyday, although aging process will still degrade our skin condition, b...

Apakah Memberantas Hoax Adalah Perang yang Tidak Akan Pernah Berakhir?

Pertanyaan ini timbul setelah saya membaca riset  yang dipublikasikan oleh Tom Buchanan dari Centre for Research and Evidence on Security Threats (CREST), sebuah institusi asal UK yang fokus pada penelitian terkait ancaman keamanan dengan berlandaskan ilmu perilaku dan ilmu sosial. Dalam riset ini, dipelajari faktor apa saja yang dapat memperbesar kemungkinan "resipien" menyebarkan suatu "pesan" yang merupakan disinformasi. Pengertian disinformasi adalah informasi palsu yang sengaja disebarkan untuk menipu. Faktor-faktor yang diuji korelasinya terkait "resipien" calon penyebar disinformasi adalah sebagai berikut: Literasi terhadap media digital Kepribadian Variabel demografik Sementara faktor-faktor yang diuji korelasinya terkait "pesan" yang dilihat oleh calon penyebar disinformasi adalah sebagai berikut: Kredibilitas sumber informasi Familiaritas dengan informasi (resipien merasa sering melihat informasi tersebut) Indikator konsensus (resipien ...

Untung Sudah Sempat Visit Sebelum Ditutup - Tokyo Tower One Piece Theme Park

Gambar
Pada akhir Juli 2020 saya mendengar kabar bahwa One Piece Theme Park di Tokyo Tower resmi ditutup karena efek pandemi Covid-19. Sedih banget sih mendengar kabar itu, karena theme park itu memiliki kenangan indah ketika saya mengunjunginya pada tahun 2018 lalu. Di sini saya mau membagikan beberapa cuplikan pengalaman dan kesan-kesan yang saya rasakan waktu mengunjungi theme park tersebut. Begitu masuk langsung excited melihat dekorasi ala One Piece, replika kru topi jerami dan juga kapal Thousand Sunny. Belum lagi background music  yang diputar yaitu lagu "We are" versi yang dinyanyikan seluruh kru topi jerami. Di theme park ini ada replika ruangan-ruangan di dalam kapal Thousand Sunny. Jadi kita bisa lebih membayangkan kehidupan kru topi jerami selama mengarungi lautan. Ini dia salah dua ruangan yang akan kita jumpai ketika tur isi Thousand Sunny. Ada dapur Sanji dan kamar Robin dan Nami. Hal yang berkesan mengenai tur isi kapal ini adalah detail  yang menurut saya cukup n...

Mengapa Orang Suka Bergosip? Jawaban Menurut Ilmu Biologi dan Psikologi

Semua orang suka bergosip. Baik itu di kantor, sekolah, keluarga besar, dan di manapun kita bertemu dengan orang lain, gosip pasti tak luput mewarnai pembicaraan kita. Apalagi di masa sekarang, media sosial telah berkembang menjadi tanah yang subur untuk pertumbuhan budaya gosip online di mana jutaan  netizen  yang sebenarnya tidak saling kenal bebas berdiskusi dengan materi aib orang lain, baik yang diumbar oleh objek gosip itu sendiri ataupun yang dibagikan oleh netizen lain. Sebenarnya banyak nasihat yang melarang kita untuk bergosip. Gosip dipercaya dekat dengan fitnah, tidak menyelesaikan masalah malah memperburuk keadaan, dan tidak produktif karena membuang-buang waktu. Bahkan dalam agama dikatakan bahwa gosip itu dosa. Meskipun begitu mengapa kita tetap bergosip? Mari kita tinjau alasannya dari segi ilmu biologi dan psikologi Biologi: gosip memberi rangsangan menyenangkan terhadap otak Pada tahun 2015 dilakukan penelitian terhadap 17 mahasiswa di Cina yang diberikan s...

Berpuasa Bermanfaat Untuk Kesehatan, Asalkan...?

Memasuki bulan Ramadhan di mana umat Islam menjalankan kegiatan puasa sebagai bentuk ibadah, terbit berbagai informasi yang menyatakan berbagai manfaat puasa untuk orang-orang yang menjalankannya, termasuk di bidang kesehatan. Melalui media mainstream , disebutkan bahwa puasa bermanfaat untuk mengontrol gula darah dan kolesterol, meningkatkan kesehatan jantung, membersihkan tubuh dari racun (detoksifikasi), bahkan menurunkan berat badan. Bisa mendapat pahala sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan penampilan tentunya hal yang diharapkan semua orang bukan? Klaim manfaat puasa tersebut sejalan dengan meningkatnya popularitas " intermittent fasting " sebagai metode penurunan berat badan yang dipopulerkan banyak artis tanah air. Memang membatasi jam makan hanya pada jam tertentu secara teratur terbukti dapat mempermudah pembakaran lemak berlebih ketika tubuh ada dalam keadaan level insulin yang rendah [1]. Di sisi lain, ketika kita melihat kenyataannya, tidak sedikit orang ...